Pages

Mungkin Cinta Itu Muncul Waktu Itu

SD NEG NO : 8 LANGSA

      Aku masuk ke sekolah ini saat berumur 6 tahun. Diantar bapak saat pertama kali menginjakkan kakiku kesini. Mata ku liar menatap kesegala arah penjuru tempat ini. Di bawa pohon kulihat tetanggaku sedang duduk sendirian disana. Ku dengar dia tak naik kelas. Berarti kita akan sekelas nanti pikirku. Aku dintar ke dalam kelas oleh bapakku. Salah satu guru masuk ke dalam kelas. Rambutnya pendek, memakai kemeja dan rok spant pendek. Suaranya lantang menyapa kami semua. Kebetulan sepupuku juga masuk di sekolah yang sama. Jadi aku memilih untuk duduk di sebelahnya.
      Hari pertama di sekolah ini begitu menyenangkan. Aku tak sekelas dengan tetanggaku itu. dia di kelas A dan aku di B. Tak apa, aku punya banyak teman baru. Guru-guru yang pintar, dan tempat duduk yang nyaman.
       Seminggu aku di sekolah ini. Pelajaran mulai berjalan, mulai dari membaca huruf vokal, menulis sampai menghafal na ni nu no ne. Semuanya aku suka. di akhir pelajaran pasti kami menyanyi. Semua ku jalani dengan suka cita. Sampai suatu hari, ntah kenapa sepupuku berhenti sekolah. Aku mulai kebingungan mencari teman. Salah satu dari mereka menghampiri aku yang sendirian. Duduk di sebelahku. Namanya Tyas, dia kecil agak hitam dan manis. Akhirnya aku akrab dengannya.
        Tak terasa aku sudah melewati caturwulan pertama, aku meraih ranking 5. Kata bapak, jangan puas dengan ranking itu, kamu harus dapat ranking pertama. Aku pun mulai giat belajar. Ingin sekali aku mendapatkan ranking pertama itu.

        " Ayo yang sudah selesai segera kumpulkan " Kata bu Ning waktu itu.
Kami pun berhambur ke depan. Berebutan mengumpulkan tugas-tugas kami yang selesai.
        " Bu saya mau buku saya di bawah buku Reni " Suara itu mengejutkan kami semua.

Namanya Eka Prayoga, badannnya kurus berkulit putih dan berwajah lucu. Hidungnya agak besar dan rambutnya ikal agak gondrong.

        " Memangnya kenapa harus disitu nak? " Tanya bu Ning.
        " Iya bu...Saya maunya cuma di bawah buku Reni. Ga mau yang lain " Katanya.
        " Cie......... Eka suka sama Reni bu " Tiba-tiba ada yang berteriak.
Semua anak pun tertawa, tanpa terkecuali aku. Sejak kejadian itulah, aku malah jadi sering memperhatikan dia. Entah kenapa aku jadi sering sekali menyempatkan waktu untuk melihatnya.